Kamis, 03 September 2015

Taman Nasional di Indonesia



Taman Nasional (TN) adalah salah satu tujuan favorite saya. Beberapa alasan mengapa saya senang mengunjungi Taman Nasional adalah karena :
  1. Tempat untuk kembali ke alam yang ngalam banget
  2. Biasanya tidak terlalu banyak pengunjung  soale  kalau mau yang ramai ke Mall aja
  3. Harga masuk yang murah dan tidak komersil hehehhee ini penting buat kesehatan kantong 
      Tapi biasanya agak sulit untuk menjangkao TN, tempatnya biasanya agak jauh, dipinggiran, jauh dari jalan raya dll. Makanya belum banyak TN yang  saya datangi,  tapi beberapa diantaranya ada juga yang saya datangi lebih dari sekali.
Indonesia memiliki banyak TN, ada TN hutan, ada TN laut, dan menjadi cita-cita saya untuk dapat mendatangi seluruh TN yang ada di Indonesia, semoga tercapai yaaa Amin.
Ini beberapa TN yang pernah saya kunjungi, dan semuanya berkesan, ngangenin untuk bisa balik lagi. 

1. Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Jawa Barat), (2-4 April 2009)
TN  pertama yang saya kunjungi, yang membuat saya jatuh cinta dengan Taman Nasional. Waktu itu saya datang bersama kakak dan seorang temannya. Memulai perjalanan sore hari dari Tangerang dan tiba malam hari. Beruntung kami masih mendapat kamar di Wisma milik TN yang dr pintu belakang kamar langsung hutan. Dapat melihat kecantikan jamur menyala yang hanya dapat dilihat pada malam hari adalah bonus yang luar biasa.

Esok subuhnya  kami trekking untuk mengejar sunrise dan berharap bisa melihat elang Jawa. Menyaksikan matahari terbit diantara hamparan kebun teh sambil sarapan pagi di tanah lapang. Setelah kenyang kami melanjutkan penjelajahan di TN  ini dengan trekking hutan sampai finish kembali  di Curug Macan yang dekat dengan Wisma.

Perjalanan tak terlupakan , selalu ingin kembali ke sana, tetapi ,setahu saya sekarang Wisma tersebut dikhususkan untuk tamu yang akan observasi hutan.
Aliran air di Curug Macan
Pemandangan dari bukit di TNGHS

2. Taman Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), (28-29 Juni 2009) 
Taman Nasional paling dekat dengan rumah, yang mudah diakses karena dekat dan transportasi yang tersedia. Sejak saat itu saya sering kembali ke sini sekedar untuk mengisi waktu akhir pekan sambil menikmati pantai, laut dan keindahan bawah laut dengan snorkeling.
Sampai saat ini entah sudah berapa kali saya berlibur di Kepulauan Seribu dengan mengunjungi pulau-pulau seperti ; P. Pramuka, P. Semak Daun, P. Tidung, P. Sepa, P. Putri, P. Air, P. Matahari, P. Kotok, P. Pari, P. Kelapa. Yang paling sering saya datangi adalah P. Pramuka dan Pulau Tidung.
Saat- saat bolak-balik ke TN Kep. Seribu :
Snorkeling di Kep. 1000
1.       2008  = P. Sepa. P. Putri, P. Matahari,
       P. Kelapa
2.       2009 Juni 28-29 = P. Pramuka, P. Semak
       Daun
3.       2009 Desember 18-19 = P. Tidung
4.       2010 Januari 30-31 = P. Tidung
5.       2010 April 14-17 = P. Pramuka , P. Air
6.       2010 Mei 28-30 = P. Tidung, P. Pramuka, P.
       Air, P. Kotok, P. Semak Daun
7.       2011 Februari 26-27 = P. Tidung, P. Pari,
       P.Payung
8.       2012 Mei 12-13 = P. Tidung
9.       2013 Januari 24-26  = P. Tidung
Jembatan Cinta Pulau Tidung
10.   2013 Oktober 5-6  = P. Pramuka dan
       sekitarnya = Diving
11.   2014 Juni 14-15 = P. Pramuka dan sekitarnya 
       = Diving
12.   2014 November 29-30  = P. Pramuka dan
       sekitarnya = Diving
13.   2015 Maret 14-15 = P. Pamuka dan
       sekitarnya = Diving
14.   2015 Juni 17-18 = P. Pramuka dan sekitarnya
      = Diving

Diving di Kep. 1000
3. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten) Part 1 (27-29 November 2009)
Pulau Peucang menjadi tempat kami bermalam. Saat pertama kali kesana rasanya tidak mau pulang hahahaha, selain pulau terpencil yang jauh, pantai pasir putih yang bersih, air laut dihadapan kita tenang tak berombak. Bertemu dengan sahabat satwa, benar-benar merasakan saat kembali ke alam. Berenang santai di bawah dermaga atau berenang menyusuri pinggiran pulau  adalah kegiatan seru. Tidur-tiduran di pantai pasir putih tanpa takut ada kotoran adalah kegiatan langka yang bisa dlakukan. Makan ikan segar, menyicipi rasa buah nipah dan mencari kerang di rawa-rawa adalah luar biasa, dan banyak lagi kegiatan seru yang bisa dilakukan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Kami juga mengunjungi objek-objek di sekitar P. Peucang seperti
Dermaga Pulau Peucang
# menyusuri sungai Cigenter di P. Handeuleum yang masih bisa bertemu dengan ular2 melilit batang pohon di atas kepala kami
# melihat kumpulan banteng dan burung merak di Cidaon
# membelah hutan P. Peucang untuk sampai ke Karang Copong dan menikmati sunset
# Trekking ke Mercusuar Tanjung Layar, Cibom dan sekitarnya

Tempat foto wajib di TNUK
Taman Nasional Ujung Kulon (Banten) Part 2 ( 06-09 Juni 2013)

Kali ini dengan teman-teman berbeda tapi masih merasakan alam yang sama dan mengunjungi objek yang sama karena ini yang pertama untuk teman-teman. 
Pulau Oar
Sebelum menyeberang ke P. Peucang melalui Sumur, kami bermalam dulu di Wisma Sarang Badak dan bermain dulu di P. Umang dan P. Oar. 



Dermaga Pulau Umang










Pulau Handeuleum

Sungai Cigenter di Pulau Handeuleum
Ada objek baru yang kami temukan saat mengunjungi mercusuar, mendapat kesempatan melihat pemandangan laut yang luar biasa bagusnya dan percikan ombak menepuk karang saat menyenangkan sekaligus mendebarkan karena untuk dapat mengalami ini kami harus merayap di dinding karang.
Saat perjalanan pulang dari P. Peucang ke Sumur, kami sempatkan melewati laut bergelombang untuk mengunjungi P. Panaitan yangmasih masuk dalam kawasan TNUK. sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di P. Panaitan karena mengejar waktu pulang.




4. Taman Nasional Gunung (TNG) Anak Krakatao, (Lampung), (6-8 Mei 2011)
Menyeberangi lautan dari Merak ke Bakaheuni, lanjut dengan perjalanan darat menuju Canti, lanjut lagi dengan boat menuju P. Sebesi dan disinilah kami bermalam. Tapi ini masih jauh dari TNG Anak Krakatao.
Menikmati snorkeling dan pulau pulau yang ada di sekitar P. Sebesi, baru keesokan paginya kami bisa menyeberangi lautan dengan ombak dan gelombang aduhai selama sekitar 3 jam. Harus berangkat pagi-pagi saat masih gelap agar bisa sampai pagi hari dan tidak terlalu kepanasan, juga karena perjalanan yang lumayan jauh, dan harus kembali lagi ke P. Sebesi.
Trekking dengan sepatu gunung, kaos kaki mendaki pasir Gunung Anak Krakatao, kaki sering kali seperti mau terbenam di pasir halus berwarna abu-abu hitam dan hangat ini.
Dan sesampainya di atas wwwoooowwww sekeliling mata memandang kita bisa melihat indahnya lautan dan mata memandang tanpa batas.
Bila kita membaca atau mendengar kisah dari Gunung Anak Krakatao ini , pasti antara membayangkan kengerian dan decak kagum misteri alam, misteri Ilahi atas jagad raya ini.


  
5. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur (2-7 Juni 2011)
Sebenarnya bukan baru kali ini saya mengunjungi Bromo, pertama kali kesini adalah tahun 2004 dan kedua kali tahun 2006, tetapi saya tidak dapat menemukan file photo dari perjalanan tersebut.
Sangat antusias ketika akhirnya dapat kembali ke Bromo setelah beberapa tahun berlalu. Menikmati dinginnya malam di penginapan sekitar ,menikmati harus bangun subuh menuju Gunung Pananjakan demi bisa bertemu Sang Surya diantara desakan dan ramainya pengunjung. Harus berebut tempat untuk mendapatkan posisi yang enak mengambil photo.
Setelah perjalanan ini saya tetap kembali ke sana :
2013 Oktober
2014 Agustus
Dan selalu ingin kembali lagi kesana karena Bromo selalu punya cantik yang berbeda setiap kali kita kesana.
Nikmati gersangnya saat musim kemarau, nikmati hijau basah Bukit Teletabis saat musim hujan.














    6. Taman Nasional Laut Karimun Jawa, (Jawa Tengah), (24-27 Maret 2012)

     Pergi hanya berdua dengan seorang teman dari Medan bernama Dewi, pulangnya mendapat banyak teman baru yang sampai sekarang masih pergi bareng, masih bersilahturahmi dengan baik. Mengingat trip Karimun Jawa ini, mengingat gosongnya kulit karena saat itu panas sekali. Tetapi lebih baik panas sih daripada hujan. Bermalam di Wisma Apung menjadi kenikmatan dan keseruan sendiri, karena jauh dari keramaian pulau, walaupun para wisatawan sering mampir kesini untuk melihat ikan hiu di kolam. Jujurnya saya tidak suka dan kasihan sekali melihat ikan hiu kecil yang pasti stress ini karena sering dikejar oleh tamu yang masuk ke kolam dan ingin memegang atau menangkapnya demi untuk difoto.
Bagian lainnya saat snorkeling kami masih menemukan pemandangan dalam air dengan banyak ikan kecil dan terumbu karang. Semoga sekarang ini laut dan terumbu karangnya masih terjaga.














   7. Taman Nasional Gunung GedePangrango, (Jawa Barat), (24-26 Mei 2013)

Sebenarnya saya senang juga mendaki gunung karena alasan kembali ke alam, tetapi sayang kesempatan ke gunung lebih sedikit deibandingkan kesempatan saya mengunjungi laut. Alasan lainnya adalah mendaki gunung lebih capai daripada liburan di laut atau pantai. Dan tidak punya banyak teman pendaki.
Mari mendaki gunung selama masih muda, selama kaki masih bisa diajak kerjasama, selama pinggang belum encok, sebelum rematik menjadi alasan, selama masih kuat angkat backpack sendiri, selama masih tahan dingin.
Gunung Gede, gunung favorite banyak anak muda pendaki yang tinggal di Jawa Barat , Jakarta dan sekitarnya. Saking terkenalnya , setiap kali kesini pasti ramai dengan pendaki, sampai tidak berasa kalau sedang berada di gunung karena bertemu dengan banyak orang.
Surya Kencana menjadi tempat terbaik untuk membuka tenda dan menjadi tempat bermalam daripada bermalam di puncak gunung. Tetapi harus bisa mencapai puncak karena menyaksikan Sang Surya terbit dari puncak gunung adalah bonus luar biasa bagi seorang pendaki.
Pergilah  dengan guide dan teman-teman yang mengasyikan , kangen banget bisa makan pisang goring dan bakwan di pagi hari yang dingin sambil menyeruput kopi susu panas dilanjutkan dengan panasnya kuah mie instan dengan campuran lain yang sudah disiapkan.
Masih ingin kembali ke sini walaupun harus dengan bantuan porter yang membantu membawakan sebagian barang
Mendapatkan kesempatan untuk kembali lagi kesini pada 2014 Oktober 31 – November 2