Taman Nasional (TN) adalah salah satu tujuan favorite saya.
Beberapa alasan mengapa saya senang mengunjungi Taman Nasional adalah karena :
- Tempat untuk kembali ke alam yang ngalam banget
- Biasanya tidak terlalu banyak pengunjung soale kalau mau yang ramai ke Mall aja
- Harga masuk yang murah dan tidak komersil hehehhee ini penting buat kesehatan kantong
Tapi biasanya agak sulit untuk menjangkao TN, tempatnya
biasanya agak jauh, dipinggiran, jauh dari jalan raya dll. Makanya belum banyak
TN yang saya datangi, tapi beberapa diantaranya ada juga yang saya
datangi lebih dari sekali.
Indonesia memiliki banyak TN, ada TN hutan, ada TN laut, dan
menjadi cita-cita saya untuk dapat mendatangi seluruh TN yang ada di Indonesia,
semoga tercapai yaaa Amin.
Ini beberapa TN yang pernah saya kunjungi, dan semuanya
berkesan, ngangenin untuk bisa balik lagi.
TN pertama yang saya kunjungi, yang membuat saya
jatuh cinta dengan Taman Nasional. Waktu itu saya datang bersama kakak dan
seorang temannya. Memulai perjalanan sore hari dari Tangerang dan tiba malam
hari. Beruntung kami masih mendapat kamar di Wisma milik TN yang dr pintu
belakang kamar langsung hutan. Dapat melihat kecantikan jamur menyala yang
hanya dapat dilihat pada malam hari adalah bonus yang luar biasa.
Esok subuhnya kami trekking untuk mengejar sunrise dan
berharap bisa melihat elang Jawa. Menyaksikan matahari terbit diantara hamparan
kebun teh sambil sarapan pagi di tanah lapang. Setelah kenyang kami melanjutkan
penjelajahan di TN ini dengan trekking
hutan sampai finish kembali di Curug
Macan yang dekat dengan Wisma.
Perjalanan tak
terlupakan , selalu ingin kembali ke sana, tetapi ,setahu saya sekarang Wisma tersebut
dikhususkan untuk tamu yang akan observasi hutan.
![]() |
| Aliran air di Curug Macan |
![]() |
| Pemandangan dari bukit di TNGHS |
2. Taman
Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), (28-29 Juni 2009)
Taman Nasional
paling dekat dengan rumah, yang mudah diakses karena dekat dan transportasi
yang tersedia. Sejak saat itu saya sering kembali ke sini sekedar untuk mengisi
waktu akhir pekan sambil menikmati pantai, laut dan keindahan bawah laut dengan
snorkeling.
Sampai saat ini
entah sudah berapa kali saya berlibur di Kepulauan Seribu dengan mengunjungi
pulau-pulau seperti ; P. Pramuka, P. Semak Daun, P. Tidung, P. Sepa, P. Putri,
P. Air, P. Matahari, P. Kotok, P. Pari, P. Kelapa. Yang paling sering saya
datangi adalah P. Pramuka dan Pulau Tidung.
Saat- saat
bolak-balik ke TN Kep. Seribu :
2.
2009 Juni 28-29 =
P. Pramuka, P. Semak
Daun
Daun
3.
2009 Desember 18-19 = P. Tidung
4.
2010 Januari 30-31 = P. Tidung
5.
2010 April 14-17 = P. Pramuka , P. Air
6.
2010 Mei 28-30 =
P. Tidung, P. Pramuka, P.
Air, P. Kotok, P. Semak Daun
Air, P. Kotok, P. Semak Daun
7.
2011 Februari 26-27 = P. Tidung, P. Pari,
P.Payung
P.Payung
8.
2012 Mei 12-13 =
P. Tidung
9.
2013 Januari 24-26 = P. Tidung
11.
2014 Juni 14-15 =
P. Pramuka dan sekitarnya
= Diving
= Diving
12.
2014 November 29-30 = P. Pramuka dan
sekitarnya = Diving
sekitarnya = Diving
13.
2015 Maret 14-15 = P. Pamuka dan
sekitarnya = Diving
sekitarnya = Diving
14.
2015 Juni 17-18 =
P. Pramuka dan sekitarnya
= Diving
= Diving
![]() |
| Diving di Kep. 1000 |
| Dermaga Pulau Peucang |
# melihat
kumpulan banteng dan burung merak di Cidaon
# membelah hutan
P. Peucang untuk sampai ke Karang Copong dan menikmati sunset
Taman Nasional
Ujung Kulon (Banten) Part 2 ( 06-09 Juni 2013)
Kali ini dengan
teman-teman berbeda tapi masih merasakan alam yang sama dan mengunjungi objek
yang sama karena ini yang pertama untuk teman-teman.
| Pulau Oar |
| Dermaga Pulau Umang |
| Pulau Handeuleum |
| Sungai Cigenter di Pulau Handeuleum |
Saat perjalanan pulang dari P. Peucang ke Sumur, kami sempatkan melewati laut bergelombang untuk mengunjungi P. Panaitan yangmasih masuk dalam kawasan TNUK. sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di P. Panaitan karena mengejar waktu pulang.
Menyeberangi
lautan dari Merak ke Bakaheuni, lanjut dengan perjalanan darat menuju Canti,
lanjut lagi dengan boat menuju P. Sebesi dan disinilah kami bermalam. Tapi ini
masih jauh dari TNG Anak Krakatao.
Menikmati
snorkeling dan pulau pulau yang ada di sekitar P. Sebesi, baru keesokan paginya
kami bisa menyeberangi lautan dengan ombak dan gelombang aduhai selama sekitar
3 jam. Harus berangkat pagi-pagi saat masih gelap agar bisa sampai pagi hari
dan tidak terlalu kepanasan, juga karena perjalanan yang lumayan jauh, dan
harus kembali lagi ke P. Sebesi.
Trekking dengan
sepatu gunung, kaos kaki mendaki pasir Gunung Anak Krakatao, kaki sering kali
seperti mau terbenam di pasir halus berwarna abu-abu hitam dan hangat ini.
Dan sesampainya
di atas wwwoooowwww sekeliling mata memandang kita bisa melihat indahnya lautan
dan mata memandang tanpa batas.
Bila kita membaca
atau mendengar kisah dari Gunung Anak Krakatao ini , pasti antara membayangkan
kengerian dan decak kagum misteri alam, misteri Ilahi atas jagad raya ini.
5. Taman
Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur (2-7 Juni 2011)
Sebenarnya bukan
baru kali ini saya mengunjungi Bromo, pertama kali kesini adalah tahun 2004 dan
kedua kali tahun 2006, tetapi saya tidak dapat menemukan file photo dari
perjalanan tersebut.
Sangat antusias
ketika akhirnya dapat kembali ke Bromo setelah beberapa tahun berlalu.
Menikmati dinginnya malam di penginapan sekitar ,menikmati harus bangun subuh
menuju Gunung Pananjakan demi bisa bertemu Sang Surya diantara desakan dan
ramainya pengunjung. Harus berebut tempat untuk mendapatkan posisi yang enak
mengambil photo.
2013 Oktober
2014 Agustus
6. Taman Nasional Laut Karimun Jawa, (Jawa Tengah), (24-27 Maret 2012)
Pergi hanya
berdua dengan seorang teman dari Medan bernama Dewi, pulangnya mendapat banyak
teman baru yang sampai sekarang masih pergi bareng, masih bersilahturahmi
dengan baik. Mengingat trip Karimun Jawa ini, mengingat gosongnya kulit karena
saat itu panas sekali. Tetapi lebih baik panas sih daripada hujan. Bermalam di
Wisma Apung menjadi kenikmatan dan keseruan sendiri, karena jauh dari keramaian
pulau, walaupun para wisatawan sering mampir kesini untuk melihat ikan hiu di
kolam. Jujurnya saya tidak suka dan kasihan sekali melihat ikan hiu kecil yang
pasti stress ini karena sering dikejar oleh tamu yang masuk ke kolam dan ingin
memegang atau menangkapnya demi untuk difoto.
Bagian lainnya
saat snorkeling kami masih menemukan pemandangan dalam air dengan banyak ikan
kecil dan terumbu karang. Semoga sekarang ini laut dan terumbu karangnya masih
terjaga.
7. Taman Nasional Gunung GedePangrango, (Jawa Barat), (24-26 Mei 2013)
Sebenarnya saya
senang juga mendaki gunung karena alasan kembali ke alam, tetapi sayang
kesempatan ke gunung lebih sedikit deibandingkan kesempatan saya mengunjungi
laut. Alasan lainnya adalah mendaki gunung lebih capai daripada liburan di laut
atau pantai. Dan tidak punya banyak teman pendaki.
Mari mendaki
gunung selama masih muda, selama kaki masih bisa diajak kerjasama, selama
pinggang belum encok, sebelum rematik menjadi alasan, selama masih kuat angkat
backpack sendiri, selama masih tahan dingin.
Gunung Gede,
gunung favorite banyak anak muda pendaki yang tinggal di Jawa Barat , Jakarta
dan sekitarnya. Saking terkenalnya , setiap kali kesini pasti ramai dengan
pendaki, sampai tidak berasa kalau sedang berada di gunung karena bertemu
dengan banyak orang.
Surya Kencana
menjadi tempat terbaik untuk membuka tenda dan menjadi tempat bermalam daripada
bermalam di puncak gunung. Tetapi harus bisa mencapai puncak karena menyaksikan
Sang Surya terbit dari puncak gunung adalah bonus luar biasa bagi seorang
pendaki.
Pergilah dengan guide dan teman-teman yang mengasyikan
, kangen banget bisa makan pisang goring dan bakwan di pagi hari yang dingin
sambil menyeruput kopi susu panas dilanjutkan dengan panasnya kuah mie instan
dengan campuran lain yang sudah disiapkan.
Masih ingin
kembali ke sini walaupun harus dengan bantuan porter yang membantu membawakan
sebagian barang
Mendapatkan
kesempatan untuk kembali lagi kesini pada 2014 Oktober 31 – November 2


